Untuk orang tua yang sering merasa belum cukup baik—dan tidak ingin anaknya mewarisi luka yang diam-diam mereka bawa.
Pendampingan reflektif selama 30 hari untuk membantu kamu mengenali pola, memahami trigger, menenangkan tubuh, memilih respons yang lebih sadar, dan memulai repair setelah konflik dengan anak.
Pendaftaran ditutup saat kuota terpenuhi agar kualitas pendampingan tetap terjaga.

Sebelum melanjutkan, mari bercermin sebentar.
Temukan pola yang paling sering muncul ketika kamu lelah, terpicu, atau menghadapi konflik dengan anak.
Dari menyadari pola, menuju respons yang baru.
Lihat bagaimana program mendukung langkah iniKamu mencintai anakmu. Namun, ada momen ketika responsmu terasa lebih besar daripada masalahnya.
Kadang yang bereaksi bukan hanya dirimu hari ini.
Perilaku anak dapat bertemu dengan kelelahan, interpretasi, sensasi tubuh, dan pengalaman lama yang ikut aktif. Karena itu, mengetahui teori parenting belum selalu cukup untuk mengubah respons pada momen nyata.

PDPA lahir dari pertemuan antara pengalaman sebagai ibu, pendidikan psikologi, dan proses panjang memahami pola diri.
Aku membuat program ini bukan dari posisi orang tua yang selalu tenang. Aku memahami rasanya mengetahui respons yang seharusnya, tetapi tetap mengulang pola ketika sedang lelah atau terpicu.
“Aku tahu aku tidak ingin bereaksi seperti ini. Tetapi mengapa saat terpicu, aku kembali mengulang pola yang sama?”
Peluk Diri, Peluk Anak dirancang agar orang tua tidak berhenti pada rasa bersalah. Kamu diajak mengenali apa yang terjadi, memahami mekanismenya, mempraktikkan jeda, dan kembali kepada anak melalui repair.
Kenali Astrid lebih jauh →Bukan hanya melihat masa lalu. Bukan hanya mempelajari cara menghadapi anak.
PDPA menjembatani kesadaran diri dengan perubahan yang dapat dipraktikkan dalam relasi pengasuhan.
Melihat pola di dalam diri
Memberi nama pada emosi, trigger, interpretasi, pengalaman lama, dan pola bertahan yang ikut aktif.
Memahami dampaknya dalam pengasuhan
Melihat mengapa situasi kecil bersama anak dapat terasa begitu besar dan memicu respons otomatis.
Membangun respons dan repair
Melatih jeda, regulasi, co-regulation, komunikasi, dan langkah kembali terhubung setelah konflik.
Bukan menjadi orang tua yang tidak pernah marah.
“Aku sering bereaksi terlalu besar, tetapi tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam diriku.”
“Aku mulai melihat bahwa perilaku anak bukan satu-satunya penyebab. Kondisi tubuh, interpretasi, dan pengalaman lama juga berpengaruh.”
“Aku lebih cepat mengenali sinyal tubuh, mengambil jeda, memilih respons, dan melakukan repair ketika kehilangan kendali.”
Tiga ruang perjalanan: Kepala, Hati, dan Tubuh.
Kepala — Menyadari
Apa yang sebenarnya terjadi di dalam diriku?
- Emosi dan perasaan
- Emotion Wheel
- Inner child dan pola berulang
- Alasan memutus rantai
Hati — Memahami
Apakah reaksiku hanya tentang hari ini, atau ada cerita lama yang ikut muncul?
- Trigger memory
- Interpretasi dan fungsi emosi
- Pola bertahan
- Pause → Ask → Choose
Tubuh — Kembali Aman
Bagaimana aku membaca alarm tubuh, kembali ke zona aman, dan melakukan repair?
- Somatic awareness
- Window of Tolerance
- Regulasi dan co-regulation
- Repair dan Kontrak Kesadaran
Perjalanan inti yang terarah, dengan ruang pendalaman yang fleksibel.
Somatic check-in, video hari itu, satu latihan inti, satu kalimat “Yang Aku Bawa Pulang”, dan satu praktik kecil. Estimasi sekitar 20–30 menit per hari.
Eksplorasi pengalaman masa lalu, surat reflektif, tabel panjang, dan pemetaan pola yang dapat dikerjakan sesuai waktu serta kapasitas peserta.
Satu sistem pendampingan selama 30 hari
- 90+ video mikro sekitar 1–3 menit
- Workbook reflektif sekitar 180 halaman
- Panduan perjalanan harian
- Grup WhatsApp peserta dan check-in fasilitator
- 4 sesi live: kickoff, dua sesi proses, dan integrasi
- Rekaman sesi live
- Emotion Wheel, alarm tubuh, dan Window of Tolerance
- Latihan regulasi, jeda somatik, dan repair
- Kontrak Kesadaran dan sertifikat penyelesaian
Perubahan sering dimulai dari satu kesadaran yang akhirnya berani dilihat.
Pengalaman setiap peserta berbeda. Pesan berikut menggambarkan proses personal yang mereka alami setelah mengikuti materi PDPA.




Kamu siap menjalani proses dengan jujur dan bertahap.
- Sering menyesal setelah marah atau menjauh dari anak.
- Menyadari ada pengalaman lama yang ikut terbawa dalam pengasuhan.
- Ingin memahami diri, bukan sekadar mencari cara agar anak patuh.
- Bersedia menyediakan waktu sekitar 20–30 menit per hari.
- Siap berlatih, merefleksikan, dan melakukan repair.
Kebutuhanmu memerlukan layanan lain.
- Mencari cara instan agar anak segera berubah.
- Mengharapkan seluruh trauma selesai dalam 30 hari.
- Sedang berada dalam krisis akut atau risiko keselamatan.
- Membutuhkan diagnosis atau penanganan klinis.
- Belum memiliki ruang untuk mengikuti pendampingan 30 hari.
Kamu tidak wajib menceritakan trauma secara detail.
- Boleh berhenti ketika materi terasa terlalu berat.
- Boleh melewati pertanyaan tertentu.
- Tidak wajib berbagi di grup.
- Tidak membandingkan luka atau memaksa memaafkan.
- Dapat meminta rujukan profesional.
Sebelum kamu memutuskan.
Perubahan tidak dimulai ketika kamu sudah yakin seratus persen. Perubahan dimulai ketika kamu memilih melihat pola dengan jujur.
Pendaftaran ditutup segera setelah kuota terpenuhi.